Laki-laki yang hampir seperdua abad, tampan dan bertangan kasar. Dia adalah Ayah saya, yang kalau dirumah lebih akrab saya panggil (papa; dengan sedikit penekanan diujung hurufnya, papa') Tanggungjawab dan kesabaran, membuat saya selalu punya stok cerita tentangnya. Fatherman is good man, meski tak seperti superman atau batman. Papa' tidak punya stok jubah untuk terbang mengangkasa atau baju ketat hitam dan topeng khas untuk menyembunyikan segala hal yang mudah saja terbaca lewat ekspresi wajahnya. Bagi saya, tersenyumnya ia adalah sebuah kesempurnaan tampan seorang laki-laki. Tangan kasar adalah bukti tanggungjawabnya selama ini dalam memberikan semua yang terbaik bagi "keluarga". Laki-laki memang jarang mengeluh, jarang menampakkan perasaan mereka lewat ekspresi, dan begitulah ia laki-laki tampan yag ku kenal sejak dunia ini terlihat dan menyambut tangisku. Tak ada ekspresi berlebihan darinya sebagai seorang ayah, atau bahkan sekedar menyampaikan "bapak ...
"Hanya Sebuah Catatan Tentang Pembelajaran, Perjalanan, Petualangan dan Pengalaman hidup."