Langsung ke konten utama

Citizen Journalism

Citizen Journalism (Foto by : Google)


Saat ini teknologi informasi dan akses internet berkembang pesat diseluruh penjuru dunia, tidak terkecuali Indonesia. Kebutuhan masyarakat akan informasi dan berita-berita aktual semakin besar. Saat ini media-media konvensional banyak kehilangan peminatnya, karena sebagian besar masyarakat mulai beralih kemedia online sebagai media baru yang lebih mudah dan cepat dalam mengakses informasi terkini. 

Perkembangan teknologi sejalan dengan perilaku masyarakat yang semakin konsumtif terhadap infromasi. Perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat ini, melahirkan fenomena baru dalam dunia jurnalistik, dan dalam sekejap berhasil mencuri perhatian masyarakat yang haus akan informasi. Fenomena ini disebut sebagai Citizen Journalism.   

Apapun bisa jadi berita dan siapapun bisa jadi pewarta (NET TV). Ya, mengapa tidak, slogan yang dikuti dengan munculnya fenomena baru dalam dunia jurnalistik itu, seolah membuka ruang bagi warga biasa untuk turut memainkan peran aktif dalam proses pengumpulan, pelaporan, dan menyebarkan berita dan informasi.   

Menurut buku mengamati fenomena citizen journalism, yang dilansir pada jurnalismsoul.wordpress.com citizen journalism tidak hadir sebagai saingan, tetapi sebagai alternatif yang memperkaya pilihan dan referensi. Berita tidak lagi dilihat sebagai produk yang didominasi wartawan atau institusi pers. Masyarakat biasa seharusnya masuk dalam ekosistem media sebagai unsur yang aktif berinteraksi.  

Di Indonesia jurnalisme warga mulai marak terjadi pada tahun 2004 silam, ketika video amatir dari Cut Putri beredar luas di media elektronik. Ia yang berhasil merekam detik-detik sebelum terjadinya Tsumani Aceh beberapa tahun yang lalu

Belum lama ini beredar sebuah video, seorang mahasiswa terjatuh dari atap gedung rumah sakit anutapura, Palu. Video yang kurang lebih berdurasi 2 menit itu sempat menyita perhatian para pengguna sosial media, facebook. karena keberadaan video itu pertama kali diunggah dari salah satu akun facebook milik warga yang kirim kepadanya melalui bluetooth oleh warga yang berada ditempat kejadian pada saat merekam video tersebut.  Kejadian ini membuktikan bahwa peran Citizen Journalism dibutuhkan dalam hal mengumpulkan dan  menyebarkan berita atau informasi. 

Jurnalisme warga tidak selalu dianggap baik. Beberapa Kritik dari fenomena yang muncul adalah bahwa tak ada aturan atau kode etik dalam pelaporan, terlalu subyektif, amatir dalam kualitas dan cakupan. Berita yang berasal dari masyarakat ini mayoritas adalah sepihak.

Citizen journalism tidak bertujuan menciptakan keseragaman opini publik namun lebih mencoba menitikberatkan pada "inilah yang terjadi dilingkungan kita" Tidak dapat dipungkiri, kecepatan jurnalisme warga dalam menyampaikan informasi tidak bisa ditandingi oleh media massa resmi. Faktor yang mempengaruhi adalah kemajuan didunia cyber dan keberadaaan jurnalis profesional pada saat kejadian berlangsung, suatu kejadian datang tiba-tiba dan sangat kecil kemungkinan jurnalis profesional bisa langsung datang beberapa menit setelah kejadian itu berlangsung. Maka, secara tidak langsung masyarakat dan wartawan profesional membutuhkan peran jurnalisme warga pada saat itu untuk melaporkan kejadian terkini. Faktor inilah yang menyebabkan semakin bertambahnya citizen journalism di setiap negara termasuk Indonesia.





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Riuh-riuh Kampanye

Caption : Paska Kampanye masih saja terlihat poster-poster para calon kandidat pilkada disepanjang Jln. Yos Sudarso. hal ini sudah merupakan sebuah pelanggaran karena setiap atribut kampanye harus dibersihkan sehari menjelang pilkada yang berlangsung sejak tgl 9 desember 2015

Tentang Ayah

Laki-laki yang hampir seperdua abad, tampan dan bertangan kasar. Dia adalah Ayah saya, yang kalau dirumah lebih akrab saya panggil (papa; dengan sedikit penekanan diujung hurufnya, papa') Tanggungjawab dan kesabaran, membuat saya selalu punya stok cerita tentangnya. Fatherman is good man, meski tak seperti superman atau batman. Papa' tidak punya stok jubah untuk terbang mengangkasa atau baju ketat hitam dan topeng khas untuk menyembunyikan segala hal yang mudah saja terbaca lewat ekspresi wajahnya. Bagi saya, tersenyumnya ia adalah sebuah kesempurnaan tampan seorang laki-laki. Tangan kasar adalah bukti tanggungjawabnya selama ini dalam memberikan semua yang terbaik bagi "keluarga". Laki-laki memang jarang mengeluh, jarang menampakkan perasaan mereka lewat ekspresi, dan begitulah ia laki-laki tampan yag ku kenal sejak dunia ini terlihat dan menyambut tangisku. Tak ada ekspresi berlebihan darinya sebagai seorang ayah, atau bahkan sekedar menyampaikan "bapak ...