1.
|
Siang telah berganti malam namun Nur belum
beranjak dari tempatnya, ia masih sibuk dengan jahitan sepatu yang harus
diselesaikannya saat itu juga.
|
|
Tangannya masih
sangat kuat, meski usianya tak lagi muda. Dengan peralatan seadanya ia tetap
berusaha untuk menyelesaikan pekerjaannya.
|
|
Bagi ibu lima
anak ini, hidup ditanah rantau memang butuh perjuangan dan perjuangan itu harus
dilalui dengan sabar.
|
|
Beberapa sepatu menunggu untuk
diselesaikan malam ini. Setelah selesai, pemiliknya akan datang menjemput
sesuai waktu yang telah disepakati.
|
5.
|
Bekerja siang dan malam Nur tak
sendirian, ia selalu ditemani oleh keponakannya.
|
6.
|
Keahlian Nur tidak hanya sebatas
penjahit sepatu dan sandal saja, tapi ia juga sangat mahir memperbaiki tas.
|
7.
|
Benang-benang
yang digunakan untuk menjahit sengaja ia ulur didepannya, agar lebih mudah
diambill saat dibutuhkan.
|
8.
|
Tangannya masih
sibuk menyelesaikan jahitan tas, sementara didepannya antrian sepatu dan sandal
masih setia menunggu untuk diselesasikan.
|
9.
|
Saat orderan
sepatu selesai dijahit, pemiliknya pun datang untuk mengambil.
|
10.
|
Jahitan sepatu
yang sudah selesai, kemudian dbungkus dengan plastik.
|
11.
|
Nur adalah sosok
pejuang perempuan yang tangguh, ditengah persaingan yang semakin ketat dan
kebutuhan hidup yang semakin meningkat Nur tetap eksis dengan pekerjaannya
sebagai Ratu Sepatu.
|
12.
|
Ketika ada yang
meminta jahitannya diselesaikan saat itu juga, Nur selalu siap untuk menolong
meski kadang ia sampai lupan makan. Jahitan yang telah selesai kemudian
diberikan kepada pemiliknya.
|
13.
Komentar
Posting Komentar